Sabtu, 18 Oktober 2008

Membuat Situs Web di Adobe Dreamweaver CS3 (Bagian – I )

Situs Web adalah suatu kesatuan dari dokumen-dokumen yang terhubung dengan atribut yang sama, jadi sebuah situs web memiliki banyak dokumen yang biasanya disebut halaman web serta dilengkapi dengan komponen-komponen lain seperti : Image, media dan objek yang saling berhubungan.

Membuat Situs Lokal.

Situs lokal memiliki pengertian keseluruhan file yang digunakan untuk membangun situs web yang berada dalam computer yang berdiri sendiri. Untuk membuat situs web, kita perlu mendefinisikan situs dalam kotak dialog SITE DEFINITION. Pada kotak dialog ini, kita diminta menentukan situs yang akan dibuat. Dalam proses pendefinisian, ada dua cara yang dapat dikerjakan, yaitu dengan menggunakan pilihan BASIC atau ADVANCE.

Pilihan BASIC akan memberikan kemudahan bagi kita dalam menyiapkan situs. Namun kita juga bisa menggunakan pilihan ADVANCE bila kita sudah paham betul tentang konsep yang ada pada Dreamweaver CS3.

Adapun langkah-langkah untuk membuat site baru adalah :

a. Pilih perintah menu SITE > New Sites. Selanjutnya tampil kotak dialog SITE DEFINITION, kita diminta mengisikan nama untuk situs kita. Pemberian nama situs dapat diisi dengan cara mengklik kotak teks yang ada dibawah tulisan ”What Would you like to name your site?” kemudian diberi nama. Kemudian pada kotak dibawah tulisan “What is the HTTP Addres (URL) of your site?” isi dengan alamat URL yang kita kehendaki, misal http://www.cobabuatsite.com dengan tujuan alamat tersebut untuk membuka web lewat browser.

b. Klik NEXT untuk masuk pada kotak dialog selanjutnya. Pada kotak dialog kedua, kita diminta untuk memilih tipe dokumen tempat kita bekerja nantinya. Jika kita pilih NO, maka kita dapat memilih situs statis tanpa memiliki halaman dinamis, atau pilih YES untuk memilih dokumen dinamis.

Contoh dari dokumen bertipe dinamis antara lain : Microsoft Active Server Pages (ASP), Microsoft ASP.NET, Sun Java Server Pages (JSP) atau Hypertext Preprocessor (PHP). Untuk kali ini pilih tombol NO.

c. Klik Next untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya. Pada jendela berikutnya terdapat pertanyaan ”How do you want to work with your files during development?” Kita pilih “Edit local copies on my machine, then upload to server when ready ( recommended)”. Setelah itu tentukan tempat penyimpanan file pada hard disk dengan cara mengetikkan folder penyimpanan pada bagian kotak teks yang disediakan, atau mengklik Icon folder di kanan kotak teks, sehingga tampil kotak dialog CHOOSE LOCAL ROOT FOLDER. Tentukan drive dan folder yang kita inginkan, kemudian klik tombol SELECT.

d. Selanjutnya, tekan tombol NEXT untuk menuju ke kotak dialog berikutnya. Pada bagian ini kita diminta untuk menentukan web server, dan apabila kita menggunakan situs lokal dan belum terkoneksi dengan web server, maka pilihan LOCAL/NETWORK yang kita pilih pada kotak dibawah ”How do you connect to your remote server?”. Kemudian tentukan folder untuk menyimpan seluruh file pada kotak ”What folder on your server do you want to store you files in?”

e. Kemudian klik NEXT, akan muncul kotak dialog berikutnya dengan pertanyaan :

“ Do you want to enable checking in and checking out file, to ensure that you and your co-workers cannot edit the same file at the same time ? ”

Jika kita memilih “Yes, enable check in and check out”, maka site yang sedang kita edit juga bisa diedit user lain dalam waktu yang bersamaan. Jika kita memilih “No, do not enable check in and check out”, user lain tidak bisa mengedit site yang sedang kita edit dalam waktu yang sama. Untuk itu pilih pilihan yang kedua.

f. Klik NEXT untuk menuju langkah selanjutnya. Pada tampilan kotak dialog berikutnya akan menampilkan ringkasan dari setting yang telah kita buat. Bila kita sudah yakin dan tidak ingin merubah, maka klik tombol DONE untuk mengakhiri proses.

Sekarang coba perhatikan panel site, di panel site tersebut ditampilkan folder lokal untuk situs ”Cobabuatsite” dan icon folder yang dapat kita uraikan untuk melihat semua isi dari disk lokal dalam tampilan struktur pohon. Untuk sementara situs kita tidak memiliki file atau folder karena baru pertama kali dibuat. Ketika ada file dalam situs, maka file list pada panel site berfungsi sebagai file manager, memberi fasilitas untuk menyalin, menghapus, memindah dan membuka file. Jika kita mempunyai file-file HTML yang mungkin kita gunakan untuk membuat situs web, kita dapat menggunakan file pada panel site untuk menyalin file ke dalam folder situs yang kita buat.

( bersambung..........)

5 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berikan komentar yang bersifat membangun, admin akan menghapus komentar yang bersifat SPAM

 
Copyright @ 2009 CoretanAsal: Membuat Situs Web di Adobe Dreamweaver CS3 (Bagian – I ) | Original Template: MINIMA| Modified By NATALUDIN | Top
Thanks for : BLOGGER | PHOTOBUCKET | PICASSA